Contact Us

081348241345

: pusborneo@gmail.com Telp. (0561)-885631 Jl. Trans Kalimantan, No. 2 A-B Sei. Ambawang, Kubu Raya - Kalimantan Barat
Puskopdit Borneo
SHARE :

Pewarta



APA ITU PEWARTA ?

Program Perlindungan Warisan Anggota (PEWARTA)

Perlindungan Warisan Anggota (PEWARTA) adalah perlindungan bersama milik anggota Puskopdit Borneo yang terdiri dari SWASA dan BETANG, bertujuan mengelola resiko simpanan dan pinjaman anggota di CU Primer. Jadi anggota perlu tahu bahwa ada jaminan untuk simpanan dan pinjamannya.

 

 

APA SAJA YANG DILINDUNGI  OLEH PEWARTA?

PEWARTA memberikan perlindungan pada:

  1. Simpanan anggota.

Santunan  yang  diberikan  terhadap simpanan anggota disebut SWASA.

SWASA diberikan     kepada    ahli  waris    anggota    yang    meninggal     dunia    yang    dihitung berdasarkan   simpanan almarhum/almarhumah yang diikutsertakan dalam program PEWARTA sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

  1. Piutang anggota.

Adalah perlindungan atas resiko pinjaman anggota yang meninggal dunia atau cacat total disebut BETANG (Bebas Beban Hutang). BETANG dihitung berdasarkan saldo piutang almarhum/almarhumah atau anggota cacat total tetap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

 APA SAJA SYARAT MENGAJUKAN KLAIM ?

Syarat-syarat  yang     harus   dilengkapi   untuk  klaim   PEWARTA  bagi   anggota   yang  meninggal dunia adalah sebagai berikut:

  1. Surat keterangan meninggal dunia yang asli atau fotocopy yang telah dilegalisir dari pejabat    pemerintah  atau   Rumah  Sakit   atau   Puskesmas  atau   pemuka   agama.   Surat Keterangan   tersebut      harus   menyebutkan   penyebab       yang   bersangkutan     meninggal dunia.
  2. Kartu   identitas   diri,   berupa   KTP   atau   SIM   atau   Surat   Keterangan   Penduduk   yang ditandatangani oleh ketua RT atau Lurah atau Kepala Desa setempat, yang asli dan masih berlaku, atau fotocopynya yang telah dilegalisir.
  3. Kartu atau Buku Simpanan dan Pinjaman Anggota yang asli.
  4. Sertifikat simpanan SEHAT yang asli (bagi anggota yang memiliki sertifikat)
  5. Surat   Permohonan  dan  Perjanjian  Pinjaman   yang   asli  (bagi  anggota  yang   memiliki pinjaman).
  6. Khusus pinjaman       berobat    untuk    orang    lain   harus    disertai   surat   pernyataan      yang ditandatangani      oleh   bagian    kredit   dan   peminjam.      Surat   pernyataan     tersebut menjelaskan hal-hal sebagai berikut :
  7. a)   Nama, alamat, dan pekerjaan si pasien (data yang berobat),
  8. b)   Hubungan yang bersangkutan dengan sipeminjam,
  9. c)   Jenis penyakit yang diobati;
  10.  Melampirkan   bukti  berupa   surat   keterangan   berobat   dan   kwitansi   berobat   asli   dari  dokter atau rumah sakit atau puskesmas yang menangani pasien tersebut
  11.   Bukti Berkas lainnya yang diperlukan disiapkan oleh pihak CU Pancur Kasih.

KHUSUS CACAT TETAP TOTAL

Anggota yang cacat  total  tetap  (tidak   dapat   bekerja   selamanya)   dapat  mengajukan klaim Betang dengan melampirkan:

  1. Ketentuan pada B.2 s/d B.5.
  2. Surat keterangan dari dokter yang merawat anggota yang cacat total tetap yaitu: buta kedua mata, lumpuh dan gila.
  3. Surat keterangan dari pemerintah desa bagi anggota yang cacat total tetap dan tidak dirawat oleh tenaga medis, yaitu: hilang kedua kaki atau kedua tangan.
  4. Surat keterangan dari manejer CU bahwa sudah dilakukan pengecekan lapangan atas anggota cacat total tetap dimaksud, diketahui oleh ketua pengurus dan pengawas, dan menyertakan gambar/foto bersama antara anggota yang bersangkutan dengan petugas yang melakukan pengecekan.

KEMANA MENGAJUKAN KLAIM

Setelah persyaratan sebagaimana disebutkan diatas telah dilengkapi, anggota harus mengajukan klaim kepada pengelola pewarta di Puskopdit Borneo, melalalui CU masing-masing dimana anggota tersebut menjadi anggota.

APAKAH ADA BATAS WAKTU PENGAJUAN KLAIM ?

Iya, tentu ada batasnya !

Pengajusan  klaim  SWASA  maupun     BETANG harus   sudah   diterima Puskopdit Borneo  selambat-lambatnya 120 hari setelah anggota meninggal dunia. Jika terdapat kekurangan berkas, maka anggota wajib melengkapinya paling lama 45 hari sejak surat pemberitahuan bahwa ada kekuarangan kelengkapan dari Puskopdit Borneo. Jika melewati batas  waktu tersebut, klaim dapat ditolak .

KENAPA KLAIM DAPAT DITOLAK ?

 Klaim SWASA ditolak apabila:

  1. Anggota  masuk   CU   dalam  kondisi  sakit   dan   meninggal  dunia  dalam  jangka  waktu sampai dengan 3 bulan setelah menjadi anggota.
  2. Simpanan anggota disetor pada usia di atas 70 tahun.
  3. Simpanan anggota baru yang bersumber dari Pinjaman Kapitalisasi yang belum pernah diangsur pinjamannya.
  4. Simpanan anggota yang bersumber dari Pinjaman Kapitalisasi yang piutangnya tidak diangsur 3 bulan berturut-turut sejak bulan pertama jatuh tempo.
  5. Simpanan anggota yang simpanan wajibnya tidak disetor 12 bulan berturut-turut.
  6. Simpanan lembaga yang diatasnamakan perorangan.

Klaim BETANG ditolak apabila:

  1. Piutang tertunggak lebih dari 6 bulan berturut-turut.
  2. Piutang  yang   diberikan   kepada   anggota   luar   biasa   yaitu   anggota   yang   berusia   di bawah 17 tahun dan belum menikah.
  3. Piutang yang diberikan kepada anggota yang sedang sakit.
  4. Piutang yang tujuannya untuk biaya berobat diri sendiri.
  5. Saldo piutang yang berusia di atas 70 tahun
  6. Pinjaman kapitalisasi perdana anggota baru yang belum pernah diangsur pokok dan bunga pinjamannya.
  7. Pinjaman kapitalisasi anggota yang tidak diangsur 3 bulan berturut-turut sejak bulan pertama jatuh tempo.
  8. Pinjaman perorangan yang mengatasnamakan lembaga dan atau pinjaman lembaga yang mengatasnamakan perorangan.
  9. Anggota yang bersangkutan sudah pernah menerima klaim BETANG karena cacat total tetap.
  10. Saldo piutang produktif anggota yang berusia diatas 55 tahun.
  11. Saldo piutang produktif anggota yang sudah lebih dari 36 bulan masa pengembaliannya.

Plafon klaim SWASA adalah sebagai berikut:

  1. Anggota yang berusia sampai dengan 1 tahun, sebesar 100% dari simpanan dengan plafon Rp 5.000.000,00
  2. Anggota  yang   masuk CU pada usia 1   tahun  sampai  dengan  60   tahun,   sebesar   100%   dari simpanan yang dilindungi dengan plafon maksimal Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
  3. Anggota yang masuk CU pada usia 60 sampai dengan 70 tahun, sebesar 100% dari  simpanan dengan plafon Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
  4. Jika terjadi penarikan simpanan pada usia > 70 tahun, maka klaim yang dibayar sebesar saldo simpanan terendah sesuai ayat (2) atau (3) di atas.

Plafon klaim BETANG adalah sebagai berikut:

  1. Pinjaman  yang   diberikan   pada   saat  anggota    berusia   17  dan atau sudah menikah sampai    dengan   60   tahun, dengan plafon sebesar Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
  2. Pinjaman yang   diberikan   pada   saat  anggota    berusia   60  sampai    dengan   70   tahun, dengan plafon sebesar Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
  3. Pinjaman Kapitalisasi anggota     masa    pengembaliannya maksimal 36 bulan.

 Ketentuan-ketentuan   lain   mengenai  PEWARTA  diatur   dalam   kebijakan  PEWARTA Puskopdit  BORNEO. Anggota dapat mendapatkan informasi langsung melalui CU Primer dengan menghubungi bagian yang mengelola Pewarta.